Wednesday, July 23, 2008

Take Copter / Baling-baling Bambu

Lagi-lagi karena nonton channel national geographic..

Seorang Jepang bernama Gennai Yanagisawa, 75 tahun telah mengembangkan mesin terbang personal berdasarkan konsep mesin terbang Leonardo Da Vinci. Mesin terbang ini hanya memiliki satu tempat duduk untuk penggunaan pribadi dan memiliki 2 baling-baling yang terpasang pada sumbu vertikal. Mesin itu dinamakan GEN H-4.



Yanagisawa's inspiration: da Vinci's 1493 ornithopter

Pada helikopter biasa, ada sebuah baling-baling besar pada sumbu vertikal badan helikopter dan ada sebuah baling-baling kecil di bagian ekor untuk memungkinkan helikopter menjaga kestabilan dan terbang maju.

Fungsi ini diimplementasikan pada GEN H-4
dengan dua baling-baling sejajar pada sumbu vertikal yang berputar saling berlawanan arah, sehingga bentuknya lebih compact.

Satu hal yang masih menjadi masalah adalah pengaruh angin kencang pada
GEN H-4. Mesin ini belum memiliki toleransi tinggi terhadap kecepatan angin.

Harga mesin ini masih mahal sekali. Berita mengenai demonstrasi mesin ini di Italy, tepatnya di Vinci tempat asal Leonardo si pengembang konsep awal, bisa dibaca di sini.


Dalam tayangan videonya, Gennai menyampaikan kalau sejak kecil dia memimpikan bisa terbang di angkasa. Itu yang mendorong dia untuk mengembangkan mesin ini. The power of dream is truly amazing.

Mengagumkan ya.. Jepang semakin mendekati pewujudnyataan Take Copter alias Baling-baling bambunya Doraemon :D


3 comments:

Koko said...

emang tampang eloe udah mirip nobita sih cred :D

Credo said...

Yeee.. darimana tu :D

sahathutajulubo said...

Gua jadi inget lagunya Eric Whitacre yang judulnya Leonardo Dreams of His Flying Machine.

Ternyata bentuknya kayak gini. Makin kebayang gua ama lagunya.

Mantabs.